Senin, 13 Mei 2013

Acara Hello Motion Cost Play


Meski saya sudah lama tidak menekuni dan terjun langsung di dunia grafis dan animasi serta saya termasuk bukan seorang yang maniak pada game dan tokoh tokoh kartun, tapi terkadang saya masih menyempatkan diri untuk melihat dan mengikuti acara acara yang masih terkait dengan dunia itu buat sesekali upgrade bisa menambah wawasan buat saya dan juga anak saya.
Dan juga buat seru seruan bersama anak tentunya...... :-)

Salah satunya adalah Hello Motion Cost Play yang saya datangi acaranya pada bulan  Oktober 2012 Tahun lalu. Kebetulan event Hello Motion CostPlay tahun 2012 lalu bersamaan waktunya dengan Festival Sulam  International yang berada dalam satu gedung di Jakarta Convention Centre (JCC).

Apa itu Helllo Motion CostPlay ?
Hello Motion Costplay adalah Acara tahunan yang diselenggarakan oleh  Hello Motion Academy yang dipimpin oleh Wahyu Aditya, seorang Animator muda terkenal di Indonesia yang pada acara ini menampilkan  peran serta para pecinta tokoh tokoh game dan animasi baik tokoh tokoh animasi luar negeri dan dalam negeri. Para peserta datang dari berbagai kota di Indonesia dengan kostum yang unik-unik. Kostum yang mereka pakai ada yang meniru kostum tokoh animasi yang sudah ada ataupun kreasi tokoh animasi imajinasi mereka sendiri.
Ada yang bernuansa hi-tech, ada yang futuristik, ada yang tradisional, dan ada yang bernuansa Animasi Manga , juga ada yang perpaduan tradisional dan modern.




Para peserta  diberi kesempatan untuk tampil di panggung dengan aksi yang menarik disertai efek suara dan musik yang sesuai dengan tema kostum yang digunakan.

Ada juga acara yang tidak kalah serunya, di pinggir pinggir ruangan ada sejenis bazaar craft dari para crafter Indonesia yang memamerkan karya mereka yang lucu lucu dan kreatif plus ada kursus kilat craft juga loh.. asyik kan... para pecinta crafter muda berkumpul disana saling berbagi cerita dan menjual kreasi mereka.



Pada acara Hello Motion Cost Play ini juga terdapat acara  Talkshow dan bincang animasi dengan pakarnya serta mengamati langsung pada film animasi yang ditayangkan di layar lebar dalam ruangan. Para peserta yang tidak pada duduk di kursi tersebut alias lesehan... sangat menikmati acara.\ meski ruangan sudah cukup padat dipenuhi oleh peserta yang hadir.
Jadi teringat masa kuliah dan kerja dulu.... huhu...

Saya amati banyak mahasiswa dan para pekerja seni, animasi, grafis dan pecinta game yang sangat menikmati  acara ini. Seruu pokoknya....
:-)

 Unik unik banget yah kostum yang dipakai peserta  :-)

Ngomong ngomong Nama Wahyu Aditya, saya jadi teringat beberapa tahun yang lalu, Kalau tidak salah sekitar tahun 2001, sewaktu saya masih bekerja di salah satu perusahaan Grafis di Surabaya. Waktu itu saya masih tahun pertama bekerja di perusahaan tersebut. Kebetulan pas ada kesempatan chat, jaman dulu chatnya  pake ICQ dan YM. Dengan Wahyu Aditya ini saya ternyata teringat perbincangan lewat ICQ tersebut, dan dia menanyakan apakah dia bisa diterima untuk magang di perusahaan tempat bekerja?
Waktu itu dia masih sekolah Animasi dan Multimedia di salah satu universitas di Australia.  Kesempatan ngobrol tersebut sempat serius dan dia sangat berminat sekali, mengingat dia ternyata berasal dari kota Malang juga seperti saya. (hehhe apa hubungannya yah).... serasa sekampung halaman kaleee... ^_^

Selang beberapa tahun kemudian saya melihat dia diwawancarai di salah satu stasiun televisi swasta, lahh... saya sempat kaget... ya ampyuuun... sy jadi mengingat ingat sewaktu membaca nama dia yang tertera di layar televisi dengan tulisan lengkap sebagai pendiri dan pemilik Hello Motion Academy.

Wuahhh.. waktu berjalan begitu cepat, sedangkan saya sudah meninggalkan dunia kerja dan  sudah lama tidak berkecimpung dengan dunia tersebut...
Salut banget deh sama anak muda ini... kereeen... berani tampil beda dan tetap eksis di bidangnya untuk menginspirasi anak muda Indonesia yang lain dalam bidang animasi.

Nah.. salah satu kebetulan lagi, saya masuk ke toko buku, pas berhenti di salah satu rak buku saya melirik sebuah judul buku bertulisan “Kreatif Sampai Mati”, penulis Wahyu Aditya.


Loh... lagi lagi nama itu muncul lagi... hahahahaa ....Geleng geleng saya jadinya... alias termanggut manggut kagum dan sangat suka dengan semangatnya dan ide yg tiada habisnya... :-)
Dan ternyata muncul rasa haru dan bangga bisa mengenal nama wahyu aditya sebagai teman chat jaman doeloe... padahal kita tidak pernah bertemu muka sama sekali yah.. mungkin juga dia sudah lupa dengan moment chat waktu itu yang dia ingin magang di perusahaan tempat saya bekerja...hehehehhee

Dalam Batin saya berkata : “ Dit, kamu gak usah magang di tempat saya dulupun kamu sudah hebat,kreatif, berbakat dan semangat tinggi loh......” hehehe

Manfaat Lain Puzzle Huruf Playmatt

Hari Kelahiran anak adalah hari yang sangat istimewa buat anak dan orang tua yah teman...
Apalagi  yang ulang tahun itu adalah anak pertama... Biasanya momen spesial tidak akan terlewatkan begitu saja...
Merayakan ulang tahun anak tidak harus dengan dengan yang mewah... dan tidak harus menghabiskan uang puluhan juta rupiah untuk bisa merayakannya...


Hal itu saya lihat pada adik saya yang ingin merayakan  ultah anaknya yang pertama. Kebetulan adik saya ingin mengumpulkan keponakan keponakan alias sepupu sepupu dari anaknya tersebut pada moment hari ulang tahunnya., dengan berkumpul  dan berdoa bersama di rumah ibu saya..


Kebetulan waktu itu saya sedang mudik ke rumah ibu di kota Batu. Sehingga waktu adik saya ingin merayakan ultah anaknya, saya berinisiatif ingin membantu desain  tambahan di meja dengan memanfaatkan huruf huruf dari puzzle alas bermain punya keponakan saya tersebut supaya terlihat meriah hehehe Karena waktu yang terbatas, saya mendapat ide dengan memanfaatkan huruf-huruf yang terdapat di alas bermain keponakan saya yang berwarna warni itu.

Akhirnya... susun sana susun sini... beberapa mainan saya letakkan di atas meja.. di samping kanan dan kiri nasi kuning tumpeng buatan  ibu saya.. 
Di bagian depan meja saya susun huruf huruf nama keponakan saya...

Traa raaa... ini dia penampakannya...



Lumayan kan buat meriahin tampilan meja nasi kuningnya hehhehe
jadi tampilan di meja tidak sepi sepi amat.. dan jadi berwarna warni :-)

 
Senaaang deh akhirnya adik saya bisa tersenyum bahagia melihat hasil penataan dadakan dari saya... :-)

Senin, 06 Mei 2013

Kaleng Bekas Ceria

Hai hai hai... kalau melihat tumpukan kaleng bekas makanan, minuman, atau susu di rumah... saya teringat dengan “Kaleng Lani”.... Yaitu kaleng kaleng  bekas yang menjadi cantik dan keren sesudah dihias oleh Mbak Lani, seorang wirausahawati  kreatif  yang menjadikan bermacam macam ukuran dan bentuk kaleng  bekas menjadi  kaleng yang sangat cantik.  Gaya khas lukisan warna warni khas anak –anak dengan warna yang cerah sehingga terlihat ceria selalu mencirikan hasil karya mbak lani tersebut.

Terinspirasi oleh hal di atas, saya ingin mempraktekkan dan memanfaatkan kaleng bekas tersebut supaya menjadi  wadah serbaguna untuk anak saya. Salah satunya adalah kaleng bekas dari wadah makanan ringan.


Berikut bahan dan alat yang diperlukan  :
- Kaleng bekas

- Cat akrilik

- Cat Besi
- Kuas
- Spidol artliner
- Fernis Semprot.
Cara pembuatan :
1. Bersihkan dahulu bagian dalam dan luar kaleng yang sudah kosong isinya dari bekas makanan atau minuman.
2.  Jika kaleng tersebut perlu dicuci dengan air, maka keringkan dahulu selesai dicuci.
3.  Cat  bagian dalam kaleng dengan  cat besi, keringkan.
4. Cat bagian luar kaleng dengan cat akrilik warna putih.
5. Buat skesta gambar yang kita inginkan, sesuai dengan selera.
6. Mulailah mengecat satu persatu bagian dari gambar yang akan kita warnai, diamkan sampai cat mengering.
7. Berilah garis pinggir pada tiap tiap gambar / warna supaya terlihat kontras.
8. Semprot  permukaan kaleng dengan Fernis  dengan jarak kurang lebih 20cm dari permukaan kaleng.



Tralala... kaleng sudah berubah menjadi cantik dengan warna warni ceria yah...
sekarang bisa digunakan sebagai wadah pensil, sisir, gunting dan lain lain supaya barang si kecil tidak berantakan...
Yuukk berkreasi dan manfaatkan kaleng dan bahan bekas yang ada di dalam rumah kita.. :-) 



Ohya ... ini dia buku yang sudah menginspirasi saya untuk memanfaatkan kaleng bekas yang ada di rumah... Makasih "Kaleng Lani" Mbak Lani Cahyaningsari  *_*





Selasa, 09 April 2013

42 Kisah Inspirasi Jiwa “Cerita Di Balik Noda”

  -Review Buku-   


Judul Buku : Cerita Di Balik Noda
Penulis : Fira Basuki
Editor : Candra Gautama
Isi : 42 Kisah Inspirasi Jiwa, 234 Halaman
Ukuran Buku : 13,5cm x 20cm
Perancang Sampul : LOWE Indonesia
Penerbit : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
 


Membaca buku ini seperti saya melihat kehidupan sehari hari yang selalu ada di sekitar kita juga yang saya alami sendiri. Buku ini berisi tentang 42 kisah nyata yang ditulis oleh ibu ibu tentang pengalaman mereka selama berhadapan dan bersentuhan dengan “noda”.

Dalam buku ini ada 4 Tulisan dari penulis besar Fira Basuki  yang berjudul  “Bos Galak”, Pohon Kenangan”, “Sarung Ayah” dan “Foto” serta  38 cerita inspirasi jiwa lainnya yang ditulis oleh  ibu ibu peserta lomba menulis dengan tema “Cerita di Balik Noda” yang diadakan oleh Rinso melalui Facebook.

Kumpulan cerita  yang dirangkum dalam satu buku bersampul  warna putih ini  berilustrasikan sederhana yang menggambarkan cipratan / percikan noda berwarna coklat dan didesain timbul (Lebih tebal dan mengkilap dari warna dan tekstur dasar sampul buku).

Ilustrasi tersebut  cukup menggambarkan bahwa anak atau hati  kita adalah seperti lembaran kertas putih, jika terpercik noda sedikit aja akan sangat terlihat oleh mata kita dan terasa oleh hati kita seperti baju berwarna putih yang terpercik noda makanan atau noda air lumpur.

Noda di sini yang dimaksud tidak hanya selalu noda kotor yang melekat pada baju anak, baju yang kita pakai, buku, perabot dan sebagainya. Tetapi noda yang ada dalam buku ini luas maknanya seperti halnya kemarahan atau kesedihan terpendam pada hati seseorang adalah juga merupakan sebuah noda.

Saya mengetahui buku ini sewaktu membaca berita di Facebook - Group Kumpulan Emak Emak Blogger bahwa ada undangan acara Launching Buku Cerita di Balik Noda  yang saat itu saya ingin menghadirinya tetapi ternyata tidak bisa datang karena bertepatan dengan acara yang lain.

Penasaran dengan buku tersebut, beberapa waktu kemudian sewaktu mengantar anak saya ke sebuah toko buku, saya berniat membeli buku ini.
Sampai di rumah, saya membacanya satu persatu cerita yang dikemas apik, sederhana  namun mengena. Beberapa cerita telah membuat saya geli, membuat saya tersenyum, terharu, tak terasa menitikkan air mata, karena begitu polosnya sang anak yang kadang kadang kita anggap anak kita sebagai penyebab suatu kericuhan tetapi mereka menyimpan suatu niat yang baik. Seperti Cerita yang berjudul “Hidup Baru Danu”, “Nasi Bungkus Cinta”, “Foto”, “Bos Galak” dan beberapa cerita lain yang terdapat dalam buku ini. 


Noda tidak hanya disebabkan oleh anak kita, malah saya bercermin bahwa “noda” bisa ada karena dari diri kita sebagai ibu, istri dan anak dari orang tua kita.

Saya membacakan buku ini pada anak saya juga, yang terkadang anak saya juga ikut tersenyum geli jika ada cerita yang lucu, dan anak saya akan berkata “ ibu kenapa mengeluarkan air mata?” ketika dia melihat saya menangis terharu sewaktu hati saya tersentuh dengan  beberapa cerita dalam buku ini.
Karena dengan membaca buku ini saya bisa berkaca juga pada diri sendiri dan anak saya, juga menjadi lebih cinta keluarga karena ‘noda’ yang nampak pada mereka.


Teringat sewaktu anak saya tidak mau kembali sekolah di TK nya yang lama karena sudah 6 bulan tidak mau sekolah. Padahal sudah saya bujuk untuk mau kembali ke sekolah yang lama.
Berbagai cara sudah saya coba agar anak saya bisa kembali mau sekolah agar dia bisa mengikuti dan bersosialisasi dengan teman dan mengikuti aturan yang di luar rumahnya.
Penolakan penolakan selalu dilontarkan anak saya. Mulai menangis sampai marah marah. Saya sempat bingung dan panik. Sampai akhirnya saya menyerah dan ada seorang kepala sekolah dekat rumah saya ( yang rencananya saya akan memindahkan anak saya supaya sekolah ditempat tersebut)  menyarankan anak saya agar dimasukkan di sekolah alam. Selidik punya selidik, saya bertanya kembali ke anak saya “dek, kenapa tidak mau sekolah di tempat yang lama?”, Tidak saya duga anak saya menjawab “aku ingin sekolah yang bisa bermain kotor-kotoran” ..

Hmmmmm..... akhirnya....ternyata terbukalah semua yang dia pendam selama ini. Dalam beberapa waktu bulan kemudian akhirnya anak saya berhasil masuk ke sekolah yang  membolehkan dia bermain kotor-kotoran (baca : dibolehkan masuk kolam, bermain pasir, main lumpur, main air hujan, dan sebagainya dengan tetap mengikuti aturan yang diterapkan dan berlaku di sekolah tersebut).

Hampir setiap hari saya selalu mendapatkan baju penuh noda lumpur di dalam tas sekolahnya juga pada sepatu bootnya.  Yah inilah sesuatu yang harus saya bayarkan kepada anak saya demi kebaikannya juga.Meskipun jujur saja saya sempat mengelus dada dan geleng geleng kepala waktu pertama kali melihat baju anak saya yang penuh noda lumpur. Disisi lain saya bersyukur bahwa selama di sekolah tersebut, ternyata anak saya mengalami perkembangan yang luar biasa karena dia lebih bisa mengekspresikan diri dan lebih mandiri juga bertanggung jawab pada suatu hal yang dia kerjakan. Serta apa yang disampaikan oleh gurunya  mudah sampai dan dicerna oleh dia. Dengan resiko dan konsekwensi dia harus dibolehkan “bermain kotor kotoran”  dulu hehehhehe
Mungkin secara tidak langsung anak saya akan menyampaikan pesan tersirat bahwa “Berani kotor itu baik” 


Saya sangat merekomendasikan buku ini buat para ibu, ayah, kakek nenek, para pendidik, juga pengasuh. karena kita sebagai orangtua harus melihat juga ternyata “noda” itu juga merupakan hak anak, sebagai sesuatu yang manusiawi. Karena dengan adanya “noda” tersebut maka akan terdapat cerita baik sesudahnya. Noda tidak harus dilihat sebagai kotoran yang menganggu tetapi juga sebagai pembelajaran baik, refleksi diri kita sebagai orangtua dalam mendidik anak. Seperti pada salah cerita yang berjudul “Kaki (harus) kotor” yang menceritakan ada anak yang belum bisa berjalan pada usia 2 tahun  karena selama di rumahnya si ibu mendidik dan merawat anak tersebut seperti sebuah perselin tidak boleh ada kuman sedikitpun di rumah dan menempel di badannya. Ternyata setelah dibawa neneknya pulang ke rumahnya di kampung malah anaknya sudah bisa lancar berjalan karena diperbolehkan dan diberi kebebasan untuk terkena kotor dan boleh menginjak tanah dan bermain di sawah. Dan masih banyak cerita cerita lain yang sangat menginspirasi dan memperkaya jiwa kita.


Ternyata dengan adanya “noda” hidup kita bisa terasa lebih lengkap  dan bisa lebih baik dari sebelumnya. Dengan noda kita bisa berkaca pada diri sendiri,  pada anak kita, orang lain yang sedang kita hadapi, serta memperbaiki kesalahan kita, dan bisa lebih cinta juga dekat pada anak dan keluarga. Sehingga anak anak akan lebih bisa bereksplorasi dan bisa mengerti arti sebuah noda.
Yuukk... kita baca cerita cerita lain yang ada dalam Buku Cerita Di Balik Noda , banyak inspirasi jiwa disana tentang sepercik noda,sehingga  “Selalu Ada Hikmah di Balik Noda”

 
Tulisan ini diikutsertakan dalam Kontes Blog Review Buku “Cerita di Balik Noda” Oleh Kumpulan Emak Emak Blogger dan Rinso.

Rabu, 03 April 2013

Yang Bersandar Di Punggungku

(Catatan lama dibuang sayang)...

-- Peristiwa yang mengingatkanku pada masa tuaku nanti  :-)--


Aku baru sadar dan merasa kalau badanku semakin mendoyong ke kanan dan ada sesuatu yang menempel di punggungku sewaktu aku duduk di dalam angkot dari Darmawangsa menuju arah Pucang. Memang waktu itu aku tidak duduk secara penuh ke belakang dan bersandar di kaca angkot. Selidik punya selidik, aku sempatkan kepalaku menoleh ke sebelah kiri.

Ah.. ternyata seorang nenek tua memakai kebaya dan membawa tas besar yang isinya tidak penuh karena aku melihat tas tersebut agak kempes sewaktu ditindihi oleh kedua tangannya.
Nenek tersebut mengangkat kepalanya sewaktu aku menoleh ke kiri. “Nguantuuk Nak…, tak sendeni sampeyan, Matursuwun loh Nak…”, ucap nenek tersebut dengan tersenyum sambil matanya menahan kantuk berat. Aku lihat seraut wajah tua yang terlihat sangat lelah. “Inggih Mbah..”, jawabku dan aku mecoba untuk tersenyum balik ke nenek tua tersebut. 
Tidak berapa lama kemudian, aku merasakan punggungku terasa berat dan ada yang menempeli lagi. Aku berkata dalam hati, biar saja nenek itu menikmati tidurnya yang lelap di punggungku. Sengaja aku tidak menoleh ke kiri karena takut nenek tua itu terbangun dengan tiba-tiba yang akan mengganggu kenikmatan tidurnya.
Peristiwa itu menyadarkan dan mengingatkanku bahwa nenek tua yang menyandarkan kepalanya di punggungku merasa nyaman dan nikmat tidurnya karena tak tahan menahan kantuk walau dia mungkin lupa kalau dia berada di dalam angkot dan mungkin juga lupa mau berhenti dimana. Yah.. mungkin juga beliau terlalu capek setelah menempuh perjalanan jauh.
Kasihan, batinku. Karena wanita setua itu masih saja bepergian sendiri, entah kemana tujuannya, aku tidak sempat bertanya kepada nenek tersebut.
Tapi aku bertanya dalam hati, kemana anak-anaknya? Seorang wanita tua yang selayaknya jika pergi harus selalu ditemani oleh anak, atau saudaranya. Nenek tersebut pergi sendiri tidak ada yang menemaninya.
Hmmmm…. Seketika itu aku membayangkan diriku di masa tua ku nantinya. Tak terbayangkan betapa sedihnya nanti jikalau dalam usia senja aku bepergian kemana-mana sendiri tidak ada yang menemani. Betapa sedihnya aku nanti jikalau salah satu dari anak-anakku tidak ada yang mau tinggal bersamaku untuk menemani sekedar berbincang-bincang ringan dan menemani menghabiskan masa tuaku. 
Dalam hati aku berdoa : “Ya Allah, berilah aku umur panjang dan penuh berkah, mengisi hari-hari tuaku dengan kegiatan yang bermanfaat bagi suami, anak, cucu, saudara, serta orang-orang di sekitarku, jangan jadikan aku menjadi beban yang merepotkan mereka, jadikanlah hari tuaku dengan beribadah kepadaMU sebagai bekal menghadap ke haribaanMU yang kekal, jangan biarkan aku sendirian di usia senja dan hindarkan aku dari penyakit pikun”.
Dalam benak terbayang wajah dan sosok ibuku yang semakin menua. Aku teringat pada suatu hari lalu  aku telah menolak ajakan ibuku yang mengajakku untuk pergi ke rumah adiknya.
Ada perasaan sedih dan menyesal dalam hati mengingat penolakanku pada ibuku meskipun beliau tidak marah kepadaku. 

Ibu, maafkan anakmu yang di usia senjamu aku tidak bisa selalu menemani detik-detik dan hari-hari yang engkau lalui. “Semoga engkau diberi umur yang berkah, selalu dilindungi oleh Allah dan mendapat akhir yang baik”  

 Luv,Luluk


Catatan :tak sendeni sampeyan = aku bersandar / menempel ke kamu
matursuwun = terima kasih
Inggih = iya

Keterangan gambar : Wajah tua yang aku beri bentuk hati adalah wajah tua Ibuku, 4 wajah tua yang lain adalah wajah wanita tua asia dengan berbagai ekspresi tuanya, yang aku ambil dari internet.